BERBAGI

Matanggaran.com (03-03-2019) ~ Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Pemprov DKI menambah kepemilikan saham sebanyak 23,35 juta perusahaan BUMD yang juga menjadi perusahaan terbuka itu. Penambahan Saham
di emiten produsen minuman alkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) menjadi 26,25%. Transaksi penambahan porsi saham dilakukan pada 25 Februari 2019 tanpa menyebutkan harga pelaksanaan

Jika mengacu pada data BEI, pada tanggal tersebut terjadi beberapa transaksi saham DLTA yang dilakukan di antaranya oleh broker berkode CC (Mandiri Sekuritas), YP (Mirae Asset Sekuritas), dan AK (UBS Sekuritas Indonesia), dengan harga transaksi rata-rata masing-masing yakni Rp 6.663, Rp 6.752, dan Rp 6.675/saham.

Dengan asumsi harga rata-rata per 1 Maret ini Rp 6.465/saham, maka transaksi pembelian itu bisa sekitar Rp 150,96 miliar. Saat ini Pemrov DKI Jakarta punya porsi kepemilikan 186,85 juta saham atau 23,33% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh Delta. Setelah transaksi, saham Pemprov DKI Jakarta menjadi 210,20 juta atau setara 26,25%.

Mayoritas saham produsen bir dengan merek dagang Anker Bir ini ialah San Miguel Malaysia sebesar 58,33% atau setara dengan 467 juta saham.

Sebelumnya, sempat bergulir kabar Pemprov DKI Jakarta akan melepas kepemilikan saham Delta Djakarta. Wacana pelepasan saham DLTA sudah mencuat sejak Anis Baswedan dan Sandiaga Uno dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI pada 2017. Namun rencana tersebut tak kunjung terlaksana. Alih-alih melepas kepemilikan DLTA, DKI malah menambah porsi kepemilikan saham.

Dari sisi kinerja, hingga triwulan ketiga 2018, DLTA mencatatkan kinerja yang positif. Penjualan tumbuh 13,07% secara tahunan menjadi Rp 627,79 miliar. Laba bersih DLTA mencapai Rp 232,89 miliar naik 23,21% secara tahunan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (1/3/2019) ini, harga saham DLTA menguat 3,91% atau 250 poin ke level 6.650/saham. Saham DLTA diperdagangkan sebanyak 16.000 saham yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 103,44 juta dengan frekuensi sebanyak 34 kali. Saat ini nilai kapitalisasi pasar saham DLTA sebesar Rp 5,32 triliun.

Dilansir dari mediaindonesia.com pada 16 Mei 2018:

Anies Putuskan Jual Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno memastikan saham pemprov di perusahaan produsen bir dan minuman beralkohol, PT Delta Djakarta dijual.

“Pemprov DKI Jakarta memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir. Jadi 26,25% itu kita pasti lepas. Jadi ini bukan akan dilepas, tapi pasti dilepas,” tegas Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Anies pun mengaku tidak memusingkan nilai dividen yang disumbang PT Delta Djakarta sebesar rata-rata Rp38 miliar per tahun. Pemprov DKI Jakarta pun akan menerima Rp1 triliun dari nilai penjualan saham PT Delta.

Anies-Sandi pun berencana memanfaatkan hasil penjualan saham itu untuk pembangunan. Dia mencontohkan seperti penciptaan lapangan kerja, fasilitas pendidikan, atau program-program terkait kesehatan.

“Jadi kalau kita mau mendapatkan 1 triliun rupiah dengan mempertahankan saham di Delta, mungkin kita perlu 30 tahun lebih baru bisa dapat angka satu triliun. Karena itu kita lepas dan kita gunakan dananya nanti untuk kegiatan pembangunan yang dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelas Anies.

Sementara Sandiaga menuturkan proses penjualan saham PT Delta akan berjalan secara transparan. Pelepasan saham ini telah menjadi janji kampanye Anies-Sandi sejak Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Pertimbangan ini pun telah melalui diskusi dengan mitra mereka, yakni San Miguel yang memiliki 58,33% saham. Sementara sisanya 15,41% dimiliki publik.

Menurut Sandiaga San Miguel ingin melakukan ekspansi, namun terhalang karena posisi Pemprov DKI yang tidak bisa menambah investasi di PT Delta Djakarta.

“Karena mereka ingin berkembang, mereka tentunya harus juga mendapatkan opsi untuk bisa menambah modal dan ini bisa difasilitasi dengan keputusan kita untuk melepaskan saham ini,” jelas Sandiaga.

Pemprov DKI memiliki saham di PT Delta Djakarta sejak era Gubernur Ali Sadikin. Salah satu alasannya ialah agar industri hiburan di Jakarta tidak perlu mengimpor bir dari luar negeri. Seiring berjalannya waktu, Delta Djakarta pun menjadi pemain utama produsen bir di tanah air.

Sumber :cnbcindonesia.com, mediaindonesia.com
Sebarkan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here