BERBAGI

Jakarta, matanggaran.com (20-08-2019) – Tumpahan minyak dari anjungan lepas pantai Karawang yang bocor sudah berada di 10 mil laut dari garis pantai Jakarta. Sejumlah petugas, warga, dan nelayan sudah disiagakan agar minyak tidak menerjang pantai di Jakarta.

Dilaporkan, aroma menyengat tercium di kawasan pantai Karawang, Jawa Barat, saat berkunjung ke kawasan pantai yang terletak di Desa Cemara Jaya itu pekan lalu. Pasir-pasirnya sudah berwarna hitam pekat, banyak warga yang ditemui mengaku pusing akibat menghirup udara yang berbau oli tersebut.

Cairan hitam pekat dan berbau itu menyerbu pesisir Karawang sejak 19 Juli 2019. Warga yang pertama kali melihat adalah para nelayan pinggir yang sehari-hari mencari udang. Hari itu, mereka merasa heran karena tidak seperti biasanya udang begitu sulit didapat. Yang ada jaring mereka malah menjerat cairan yang belakangan diketahui minyak mentah.

Membaca banyaknya pemberitaan yang menyiarkan peristiwa tragis terkait tumpahan minyak Pertamina yang sangat merugikan masyarakat, Bayu Kristanto, seorang pengamat perminyakan, mengaku sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa tersebut. Dalam satu kesempatan Bayu pun mengirimkan coretannya pada matanggaran.com, seperti di bawah ini:

BAGAIMANA TIDAK KENA HUKUMAN?

1. Banyak proyek miliaran USD yang dicurigai merugikan keuangan negara dan terjadi tindak pidana Korupsi, tetapi hingga sekarang dikondisikan dan dapat aman-aman saja?

2. Banyak mengeluarkan biaya untuk membungkam pers dan mengatur pemberitaan?

3. Banyak mengeluarkan biaya untuk mengatur hukum dan peradilan?

4. Banyak karyawannya yang korupsi dan/atau dipasang agar orang-orang di luar leluasa mengatur dan “mencuri” uang perusahaan?

“Ya, pastinya akan kena hukuman bertubi-tubi, cepat atau lambat. Perusahaan lain di LN menuju dan sudah world class company, yang di sini bisa bertahan saja bersyukur,” tutup Bayu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here