BERBAGI

Cianjur, matanggaran.com (16-08-2019) –Musim kemarau masih berkepanjangan, mengakibatkan berbagai daerah kesulitan air bersih. Berdasarkan rekap data terbaru per 9 Agustus 2019, saat ini ada 10 kecamatan yang terdampak kekurangan air bersih. Saat ini  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur terus berupaya mengatasi kekeringan yang terjadi di sejumlah kecamatan.

Sekretaris BPBD, Sugeng Supriyatno mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya mengurangi kekeringan yang terjadi di Cianjur. Saat ini BPBD tengah mendistribusikan air bersih ke desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu.

“Kalau kemarin, kami sudah mendistribusikan air bersih ke Desa Ciandam, Kecamatan Mande. Pada tanggal 6 Agustus juga sudah distribusi air bersih ke Mekarsari, Sindangbarang,” katanya saat diwawancara pada Rabu (14/8/2019).

Adapun 10 kecamatan yang terdampak kurangnya air bersih akibat kekeringan di antaranya Kecamatan Cibeber, Kecamatan Sukaluyu, Kecamatan Sukanagara, Kecamatan Tanggeung, Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Agrabinta, Kecamatan Cibinong, Kecamatan Cidaun, Kecamatan Naringgul, dan Kecamatan Haurwangi.

Kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Cianjur, Mohamad Sobur menuturkan bahwa BPBD lebih terfokus pada kekurangan air bersih. JIka dampak terhadap pertanian itu merupakan ranah dinas pertanian.

“Ya, kalau BPBD kan mengenai kekurangan air bersih. Kalau data tentang dampak terhadap sawah pertanian itu ke Dinas Pertanian, datanya lebih sesuai,” tuturnya.

Dengan rekap data tersebut, sampai tanggal 9 Agustus 2019 sudah ada 45.120 keluarga atau 118.744 ribu jiwa yang terdampak kekurangan air bersih akibat kekeringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here