BERBAGI

Jakarta, matanggaran.com (05-09-2019) – Terjaringnya Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin malam (02/09/19), telah membuat publik terkejut, khususnya publik masyarakat bumi serasan sekundang (semboyan Kabupaten Muara Enim_Red).

Pasalnya, Ahmad Yani belum genap satu tahun menahkodai kabupaten yang memiliki APBD 2 triliun lebih/tahun tersebut. Ahmad Yani sendiri baru dilantik menjadi Bupati Muara Enim pada 18 September 2018 yang lalu oleh Gubernur Sumsel kala itu, Ir H Alex Noerdin.

Meski KPK belum menetapkan status hukum Politisi Demokrat tersebut, visi dan misi Ahmad Yani-Juarsah untuk membangun Kabupaten Muara Enim mulai mendapatkan sorotan tajam.

Alfrian Addini, adalah satu yang mempertanyakannya. Pegiat medsos sekaligus pemerhati pemerintah tersebut mempertanyakan nasib visi dan misi Ahmad Yani-Juarsah.

“Dulu pasangan ini mengusung visi Muara Enim untuk rakyat (merakyat). Kini visi tersebut bagaimana nasibnya? Merakyat ke mana?” tanya Alfrian, Selasa (03/09/19).

Visi dan misi tersebut menurut Alfrian bahkan sudah disampaikan Ahmad Yani-Juarsah di hadapan forum resmi rapat DPRD Muara Enim tahun lalu.

Adapun penjabaran MERAKYAT, yakni Muara Enim lumbung energi berwawasan lingkungan, ekonomi kerakyatan dan kreatif, rakyat hidup aman damai, dan agamis. Anak yatim, yatim piatu dan duafa dibina hingga mandiri, bantuan langsung kepada keluarga miskin, kesehatan mudah dan gratis.

Aparatur memberikan layanan maksimal kepada masyarakat, anak-anak mendapat pendidikan gratis dan kesejahteraan guru terjamin, transportasi lancar dan terbuka, jalan baru serta mendukung terwujudnya Tol Muara Enim-Indralaya-Palembang.

“Kita lihat endingnya, apakah visi dan misi tersebut akan terwujud, atau kandas lantaran penggagasnya terjaring OTT oleh KPK?” kritiknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here