BERBAGI

Jakarta, matanggaran.com (15-08-2019) — Asnawi Mangku Alam seorang Kepala Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelinggi, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, diduga telah menyalahgunakan wewenang penggunaan Dana Desa (DD) dengan membuat laporan fiktif dan Mark Up dari tahun 2017 – 2018. Perbuatan oknum Kades, diketahui telah dilaporkan ke Inspektorat dan Polres Musi Rawas, namun hingga saat ini belum ada kejelasan sama sekali. Selasa (13/8).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan matanggaran.com, dugaan laporan fiktif dan mark up terdiri dari beberapa item kegiatan, di antaranya sebagai berikut:

● Pembangunan 2 (dua) Gedung Paud Tahap I Tahun 2017 hanya diperuntukkan hasil dari Pembangunan Pondasi ukuran 6 x 12 m, yang menelan Dana sebesar Rp190.000.000,00 (Seratus Sembilan Puluh Juta Rupiah).

● Pembangunan Talud dan Pagar Paud Tahun 2018 yang menelan Dana sebesar Rp100.000.000,00 (Seratus Juta Rupiah). Bantuan untuk Karang Taruna Tahun 2017 sebesar Rp10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah), yang hingga saat ini tak disalurkan dengan Bukti Surat Pertangung Jawaban (SPJ fiktif).

● Kegiatan BUMDES Tahun 2016 sebesar Rp60.000.000,00 (Enam Puluh Juta Rupiah) untuk belanja langsung pengadaan Sapi tidak produktif.

● Kegiatan BUMDES Thun 2017 sebesar Rp50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah) yang mana dana tersebut tak disalurkan ke Pengurus BUMDES yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

● Kegiatan gemar menanam pohon yang tidak di salurkan ke Masyarakat, penanaman pohon dikerjakan di lahan tanah pribadi oknum Kepala Desa Bingin Jungut dengan anggaran sebesar Rp20.000.000,00 (Dua Puluh Juta Rupiah).

Sebelumnya, hal tersebut diketahui pada bukti laporan yang disampaikan secara resmi oleh masyarakat dan Lembaga Swadaya Kabupaten Musi Rawas, tertanggal 29 Mei 2018 dengan Nomor: 043/DPD-JPKP/PDG/V/2018. Dengan isi laporan yakni membuat laporan fiktif dan Mark-Up anggaran DD yang bersumber dari APBN APBDES dari Tahun 2017 – 2018.

Sementara itu, pihak Inspektorat yang tugasnya melakukan pengendalian dan pengawasan intern dinilai, sepertinya “ompong” atau belum melakukan pemanggilan terhadap Kades Asnawi Mangku Alam. Masyarakat Desa Bingin Jungut menduga bahwa laporan yang mereka sampaikan sudah menjadi berkas dan terkunci di dalam laci meja tanpa ada tindakan dari Inspektorat dan pihak APH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here