BERBAGI

Jakarta, matanggaran.com (17-03-2019) – Fundamental ekonomi Indonesia terlihat mulai membaik, data neraca dagang (trade balance) bulan Februari yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami surplus US$ 330 juta, Jumat (15/3/2019).

Data tersebut jauh lebih tinggi dari konsensus pasar yang dihimpun matanggaran.com yang memperkirakan terjadi defisit US$ 841 juta.

Hal ini memberikan sentimen bagi rupiah yang sepekan kemarin terapresiasi. Mata uang sang garuda menguat 0,35% pada level Rp 14.255/dolar Amerika Serikat (AS).

Mengacu kepada data mata Uang Asia yang dihimpun Trading Economics, selama sepekan rupiah menempati peringkat ke-3 dari deretan mata uang utama di Asia, berikut data kinerjanya:

: Trading Economics

Tidak hanya sentimen dari dalam negeri yang memompa mata uang garuda terbang lebih tinggi, faktor eksternal juga memberikan dorongan yang cukup kuat. Dolar AS cenderung melemah secara global. Data penjualan rumah di AS Januari 2019 tercatat lebih rendah dari periode sebelumnya.

Penjualan rumah turun 6,9% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 607.000 unit. Lebih rendah dibandingkan konsensus pasar yang dihimpun refinitiv yang memperkirakan penjualan berada di angka 620.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here