BERBAGI

Cianjur, matanggaran.com (27-11-2018) — Poli Jiwa RSUD Cianjur persulit pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Pasalnya, pola pendaftaran via online whatsapp yang diterapkan, selalu memberikan jawaban kuota pendaftaran penuh. Ironisnya , ketika pasien ODGJ mendaftar langsung, pihak poli jiwa mewajibkan pendaftaran via Online.

Berdasarkan narasumber yang namanya enggan disebutkan, atau sebut saja “Esih”, menerangkan bahwa ada praktek jual beli kupon acc antrian kepada yang tidak membutuhkan. Menurutnya, pihak RSUD jelas-jelas memberikan kuota Poli Jiwa kepada yang bukan ODGJ. Ia amat menyayangkan kejadian tersebut, mengingat ODGJ yang membutukan pengobatan jadi dipersulit dengan kuota pendaftaran yang selalu penuh.

Menanggapi kasus ini, Ketua DPC Gerakan Anti Narkoba (GRANAT) Cianjur Ryan Dwinanda amat menyayangkan kejadian tersebut. Pasalnya, Indikasi dugaan jual beli obat-obatan terlarang terjadi karena Poli Jiwa RSUD memberikan Kuota kepada yang bukan pasien ODGJ. Buntutnya, lanjut dia pasien ODGJ jadi terlantar karena tidak bisa mendaftar.

“Bongkar, Usut tuntas kenapa pasien ODGJ selalu dipersulit sedangkan yang bukan ODGJ kenapa bisa dapat Kupon ACC, ini aneh. Coba lihat sudah bagaimna memprihatinkannya peredaran obat-obat terlarang seperti alpazolam dan clozapine. Itu kan obat untuk pasien ODGJ hanya dengan resep dokter. Kenapa sampai bisa didapat orang yang bukan ODGJ.

Berdasarkan data GRANAT Cianjur, cianjur ini bukan darurat narkoba tapi darurat obat-obatan terlarang.” Tegasnya.

Sementara itu, Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya ketika dikonfirmasi terkait berita ini menjelaskan pihaknya harus koordinasi terlebih dahulu kepada pihak Poli-Jiwa untuk memberikan tanggapan soal kejadian tersebut.

“Abdi (saya) konfirmasi dulu kepada pihak terkait” Ucapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here