BERBAGI

Jakarta, matanggaran.com (09-08-2019) – Kali ini, masih berdasarkan penuturan dari Bayu Kristanto, matanggaran.com menayangkan Kelayakan Akuisisi dan Pelepasan Hak Kelola Pertamina di Blok BMG Australia yang Mengakibatkan Kerugian. Berikut disampaik oleh Bayu Kristanto pada matanggaran.com di Jakarta, Minggu (04/08/2019).

A. KELAYAKAN AKUISISI

1. SPA atau Sale Purchase Agreement (Dokumen Jual Beli) Akuisisi PI (Participating Interest) atau Hak Kelola 10% di Blok BMG Australia ditanda-tangani pada tanggal 27 Mei 2009

2. Harga pembelian PI 10% di Blok BMG sebesar 30 juta USD

3. Akuisisi telah diaudit oleh BPK dengan hasil Wajar dan tidak ditemukan Kerugian Keuangan Negara

4. Tidak ada dan tidak ditemukan uang haram dan/atau janji-janji yang melawan hukum

B. PELEPASAN HAK KELOLA DI BLOK BMG

1. Sesuai Laporan Keuangan Laba-Rugi Konsolidasi PT. PHE tahun 2009 kerugian dari investasi di Blok BMG adalah Rp568.066.000,000,00. Di mana biaya tersebut dibebankan dalam Laporan Laba-Rugi PT. PHE Tahun 2009 atau menjadi Pengurang keuntungan PT. PHE tahun 2009 (sebesar Rp568.066.000.000,00)

2. Selain kehilangan uang Rp568.066.000.000,00, Pertamina juga kehilangan Hak Kelola atau Participating Interest 10% di Blok BMG. Diketahui, aset migas bawah permukaan di Blok BMG terdiri dari:

a. Lapangan minyak Basker yang cadangannya 18 mmbo dan Produksi rata-rata 6000 bopd. Penghapusan atau pembiayaan sebesar Rp568.006.000.000,00 terjadi dalam laporan keuangan tahun 2009 atau sebelum Lapangan minyak Basker di suspend pada bulan Oktober 2010.

Pada saat Lapangan minyak Basker di-suspend dan Kondisi Blok BMG dinyatakan NPP (Non Production Phase), kegiatan investasi di Blok BMG berubah Fokus menjadi Pengembangan Lapangan gas Manta dan kegiatan eksplorasi termasuk Pemboran sumur eksplorasi Manta Deep dan Chimaera East.

b. Lapangan gas Manta dengan cadangan atau Contingent Resources sebesar 1 Tcf (Trilliun Cubic Feet)

c. Prospek eksplorasi Manta Deep dengan cadangan atau Prospective Resources sebesar 3.9 Tcf (P50)

d. Prospek Eksplorasi Chimaera East dengan cadangan atau Prospective Resources sebesar 2 Tcf (P50)

e. Potensi eksplorasi lain di Blok BMG

Catatan: Lapangan minyak Basker yang di-suspend akan restudy, di-review hingga revisi POD (Plan of Development) setelah diselesaikan pengembangan lapangan gas Manta dan pemboran sumur eksplorasi Manta Deep dan Chimaera East.

C. AUDIT INVESTIGASI YANG DIPERLUKAN:

1. Pelepasan PI dengan penghapusan (write off) atau impairment pada tahun 2009, tetapi tidak dipulihkan pada tahun 2010 serta audit terhadap dimasukkannya atau dibiayakan biaya cash call tahun 2010, 2011, dan 2012 dalam Laporan Keuangan Laba – Rugi PT. PHE tahun 2009?

“Bagaimana bias, terjadi pembebanan biaya cash call tiga tahun ke depan?” tanya Bayu.

2. Bagaiman kaitannya antara Perintah Divestasi dari Komisaris yang dituangkan dalam Memorandum 23 Juni 2009 dengan Penghapusan Investasi Pertamina di Blok BMG dalam Laporan Keuangan PHE tahun 2009?

3. Mengapa investasi Pertamina di Blok BMG yang dilakukan Impairment dalam laporan keuangan PT. PHE tahun 2009 tidak dilakukan Pemulihan Nilai dalam laporan keuangan PT. PHE tahun 2010? Sehingga dipastikan PI di BLOK BMG telah dihapus, mengapa dilakukan penghapusan investasi Pertamina?

4. Bagaimana kaitannya antara Penghapusan PI atau Impairment menjadi nol USD (laporan keuangan tahun PT. PHE tahun 2009) yg tidak dipulihkan dalam Laporan Keuangan tahun 2010 dengan NPP (Non Production Phase) Blok BMG pada bulan Oktober tahun 2010?

5. Bagaimana bisa terjadi PI di Blok BMG yang sudah tidak ada dalam Laporan Keuangan PT. PHE tahun 2010, 2011, dan 2012, TETAPI Pertamina Korporat masih melakukan usaha Divestasi pada tahun 2012?

“Info yang beredar saat ini, meskipun pada tahun 2012 harga rata-rata minyak bumi mencapai sekitar 100 USD per barel, Pertamina Gagal menjual PI di Blok BMG? Tidak ada peminat?” tanya Bayu lagi.

6. Bagaimana kejadian dan analisanya proses dan Keputusan Withdrawal atau Pelepasan PI di Blok BMG pada tahun 2013?

“Tentu saja Pertamina tidak mendapatkan uang dan/atau kompensasi dalam bentuk apapun dalam withdrawal,” ujar Bayu.

“Akhirnya PI di Blok BMG diserahkan kepada Pemerintah Australia atau kepada Pemegang Majority PI, atau diberikan kepada siapa?” lanjutnya.

D. KESIMPULAN

1. Kerugian Pertamina di Blok BMG diakibatkan oleh Keputusan Penghapusan Investasi di Blok BMG oleh PT. PHE pada akhir tahun 2009

2. Terjadi Kesalahan, Penzoliman, dan Peradilan Sesat, yang menuduh Akuisisi sebagai penyebab (Kausalitas) kerugian investasi di Blok BMG. Apalagi Kerugian tersebut dikatakan sebagai Kerugian Keuangan Negara?

3. Pemerintah Indonesia dan seluruh Rakyat Indonesia berhak mengetahui yang sebenarnya terjadi dalam kasus investasi Pertamina Blok BMG Australia. Pengembangan Usaha Hulu harus tetap berjalan di Pertamina guna meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi Indonesia, meningkatkan ketahanan enerji Indonesia serta mengurangi impor dan pengeluaran biaya yang harus dikeluarkan Indonesia.

“Defisit yang dialami Indonesia sudah lampu merah dan membahayakan,” ujar Bayu.

4. Ketakutan Pertamina dan karyawannya yang disebabkan terjadi penzoliman dalam pengembangan usaha Pertamina “sangat menakutkan” dan mengakibatkan traumatik yang berkepanjangan. Tidak mendapat uang haram, berhasil mengembangkan usaha Hulu, namun karena tindakan yang gegabah dalam pelepasan investasi hulu yang sangat cepat, yang bekerja sepenuh hati untuk meningkatkan ketahanan enerji Indonesia dan kejayaan Pertamina, malahan dituduh melakukan tindakan Korupsi?

“Biar makin paham, tidak perlu lagi ada yang ditutup-tutupi. Iya, saya siap mempertanggungjawabkan kalo ada yang tidak benar atau hoax. Masalah Pertamina dalam tanggung jawab ikut dalam ketahanan enerji Indonesia tidak boleh dianggap kecil, listrik mati setengah hari saja, serasa sudah lumpuh kita,” tutup Bayu Kristanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here