BERBAGI

Jakarta, Matanggaran.com (09-08-2019) – Untuk disampaikan kepada Presiden RI, Menteri ESDM, DPR RI, BPK, KPK, Kepolisian dan seluruh rakyat Indonesia.

Kesalahan KAP Drs. Soewarno AK, Penghitung Kerugian Keuangan Negara dalam Tuduhan Korupsi Akuisisi oleh Pertamina di Blok BMG Australia “YANG TIDAK DAPAT DIMAAFKAN” adalah sebagai berikut:

1. Menghitung kerugian dengan Standar dan/atau Prosedur Perhitungan yang SALAH dan TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN

2. Menghitung “Kerugian” dengan menggunakan data dan informasi setelah Pertamina Akuisisi, tetapi yang disalahkan adalah Keputusan Akuisisi:

a. KAP menggunakan data Laporan Keuangan Laba-Rugi Konsolidasi PT. PHE tahun 2009 dan 2010, di mana PT. PHE memutuskan Rugi investasi Pertamina di Blok BMG. Biaya akuisisi sebesar 30 juta USD dibebankan dalam Laporan keuangan PHE tahun 2009, Keputusan pembebanan ini TERBUKTI bukan IMPAIRMENT (Penurunan Nilai) dikarenakan pada Laporan keuangan PT. PHE tahun 2010, 2011 dan 2012 impairment tersebut tidak dilakukan PEMULIHAN NILAI. Sehingga jelas PT. PHE membuat Keputusan Rugi terhadap investasi di Blok BMG dengan melakukan write off atau penghapusan.

b. KAP tidak melakukan Perhitungan Value atau Nilai Blok BMG pada saat PT. PHE membuat Keputusan Rugi pada akhir tahun 2009, demikian juga KAP tidak melakukan perhitungan Value atau Nilai Blok BMG pada tahun 2010, 2011, 2012 hingga tahun 2019

c. KAP tidak melakukan analisa terhadap biaya yang diinfokan sebagai Cash call tahun 2010, 2011, dan 2012, tetapi dibiayakan dalam Laporan keuangan konsolidasi Laba-Rugi PT. PHE tahun 2009. KAP tidak dapat menemukan keanehan dan kejanggalan dalam pembebanan biaya sebesar Rp568.066.000.000,00 dalam Laporan Konsolidasi Laba-Rugi PT. PHE tahun 2009. Demikian juga KAP tidak dapat melakukan analisa terhadap siapa yang bertanggung-jawab terhadap keputusan pembebanan biaya cash call tahun 2010, 2011, dan 2012 dimasukkan sebagai beban (kerugian) dalam Laporan keuangan PHE tahun 2009.

3. KAP Drs. Soewarno AK membuat KESALAHAN BESAR dengan menuduh “Yang mengakibatkan Kerugian investasi” Pertamina di Blok BMG adalah keputusan Akuisisi, TETAPI:

a. KAP tidak melakukan analisa dan evaluasi terhadap keputusan Akuisisi PI atau Participating Interest 10% di Blok BMG dengan harga 30 juta USD. Dan tidak melakukan analisa dan evaluasi:

– Apakah Pembelian dengan harga 30 juta USD Kemahalan atau mengakibatkan Kerugian atau Kerugian Keuangan Negara?

– Apakah pembelian dengan harga 30 juta USD sesuai dengan harga perkiraan atau Murah?

b. KAP tidak melakukan analisa dan evaluasi dokumen Jual Beli atau Sale Purchase Agreement (SPA) Participating Interests 10% di Blok BMG

c. KAP tidak melakukan pemeriksaan terhadap penjual PI atau ROC Oil Company yang dituduh sebagai Pihak yang diuntungkan dalam Tuduhan Akuisisi mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara.

4. KAP tidak melakukan analisa keterkaitan antara Keputusan Penghapusan atau Write off PI di Blok BMG DENGAN Perintah Divestasi Komisaris Pertamina yang dituangkan dalam Memorandum 23 Juni 2009 (Perintah Divestasi kurang satu bulan setelah Pertamina Akuisisi pada tanggal 27 Mei 2009)

5. KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

a. KAP Drs. Soewarno AK dan yang menggunakan hasil kerja KAP tersebut telah melakukan kesalahan yang besar

b. Tindakan Malpraktek KAP Drs. Soewarno AK terbukti salah dan perlu tindakan atau tuntutan hukum yang seberat-beratnya terhadap KAP tersebut dan kepada Siapapun yang menggunakan Hasil Kerja KAP Drs. Soewarno AK (KAP dengan kantor di Ciputat Tangerang)

c. Pemerintah Indonesia beserta pihak yang bertanggung jawab dan mempunyai wewenang segera turun tangan untuk menghindari tidak terulangnya kesalahan dan/atau kriminalisasi terhadap investasi Pertamina atau BUMN lainnya.

Demikian disampaikan Bayu Kristanto pada matanggaran.com di Jakarta pada tanggal 3 Augustus 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here