BERBAGI

Jakarta, matanggaran.com (20-08-2019)  — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi jumlah uang suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus dan Rolls-Royce pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan total mencapai Rp100 miliar.

Dugaan suap lainnya tersebut terkait pembelian pesawat Airbus, Avions de Transport Regional (ATR) dan pesawat Bombardier .

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA), mantan Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo (SS), dan mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Indonesia (Persero) Hadinoto Soedigno (HDS).

“Total nilai suap yang mengalir pada sejumlah pihak termasuk tersangka HDS [Hadinoto Soedigno] yang telah teridentifikasi sampai saat ini adalah sekitar Rp100 miliar dalam berbagai bentuk mata uang, mulai dari rupiah, US$, EURO, dan SGD,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/8).

Febri menyatakan pihaknya terus mendalami tersebut. Pada Senin (19/8) ini, lembaga antirasuah itu melakukan pemeriksaan terhadap seorang saksi Senior Manager Head Office Accounting Garuda Indonesia Norma Aulia.

Dia menuturkan penyidik mendalami keterangan saksi perihal proses lelang dalam pengadaan pesawat pada perusahaan penerbangan plat merah tersebut.

“Penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan proses lelang dalam pengadaan pesawat pada PT Garuda Indonesia,” kata Febri.

Norma dipanggil sebagai saksi bagi mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Tbk, Hadinoto Soedigno.

Melalui pemeriksan Norma, KPK mendalami proses lelang dan pengadaan pesawat di PT Garuda.

Terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Tbk, KPK menduga Soetikno memberikan uang kepada Emirsyah sebesar 1,2 juta euro dan 180.000 dollar AS atau setara Rp 20 miliar.

Emirsyah juga diduga menerima suap dalam bentuk barang senilai 2 juta dollar AS yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here