BERBAGI

Cianjur, matanggaran.com (03-09-2019)  – Menuju perlehatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 , Suhunya mulai terasa hangat. Pergerakan sejumlah bakal calon (balon) Bupati Cianjur kontras. Ada yang sudah blak-blakan, ada juga yang masih malu-malu.

Sejumlah nama yang siap menjadi penantang petahana, Herman Suherman kian terdengar. Mereka berangkat dari berbagai kalangan mulai dari yang kalangan belia hingga generasi tua yang berumur. Mulai dari rakyat biasa, politisi dan birokrat hingga pensiunan.

Semua orang mungkin akan sepakat, walaupun sebagian kecil terpaksa bilang ‘tidak sepakat’. Dokter hewan yang bermukim di Cianjur Utara menjadi sosok yang kerap kali namanya didengungkan. Ya, dia adalah Dokter Cecep (DC). Hampir setiap kalangan menyebut sosok pria yang berbisnis ternak ayam dan telor ini ‘layak’ maju dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Cianjur 2020 mendatang.

Dokter Cecep dikenal ramah dan low profile. Pergerakannya pun sudah santer terlihat di Cipanas. Beberapa kali pertemuan sudah kerap digelar di D’Colonel Resto. Bahkan, pria yang sering memakai kacamata ini sudah mengeluarkan tagline andalannya seperti inisialnya, DC:Demi Cianjur.

Nama berikutnya yang kerap berhembus adalah Ade Barkah. Pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) ini dinilai mampu menjadi penantang Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Kang Abe bukan ‘orang baru’ dalam belantika politik Cianjur. Sejumlah posisi hingga pengalaman dalam berorganisasi sudah menumpuk dalam catatan pengalamannya.

Namun, entah mengapa, partai berlambang Beringin Rindang provinsi Jabar belum juga mengeluarkan keputusan untuk mengusung kang Abe. Padahal, beberapa waktu lalu, DPD Golkar Kabupaten Cianjur saja sudah berharap agar Wakil Ketua DPRD Jabar ini maju. Kita tunggu saja.

Sinyal kuat pun terpancar dari partai politik (parpol) Nasdem. Kakak dari Bupati Cianjur nonaktif, Irvan Rivano Muchtar (IRM) masih digadang-gadang untuk maju meramaikan pesta demokrasi tahun depan. Sosok manis yang jarang terlihat namun sering disebut-sebut, Yeni Nuraeni Muchtar tak kalah dari bursa bakal calon bupati.

Yeni ‘mewarisi’ bakat memimpin Cianjur. Mengingat, sang ayah, Tjetjep Muchtar Soleh (TMS) pernah menjabat sebagai Bupati Cianjur dua periode. Tak putus begitu saja, TMS pun memberikan tongkat estafetnya kepada sang anak IRM di perode selanjutnya. Catatannya adalah Yeni patut diperhitungkan.

Lain Golkar, lain Nasdem, lain juga dengan Partai Demokrat. Partai berlambang mercy merah putih ini ternyata mengantongi dua nama bakal calon bupati. Ada Wawan Setiawan dan Hedi Permadi Boy. Wawan sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jabar berbarengan dengan Hedi. Namun, dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019, keduanya belum berhasil ke Senayan dari daerah pemilihan (Dapil) III Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.

Wawan sudah terang-terangan mempromosikan dirinya. Sejumlah baliho di Cugenang hingga Cipanas terlihat besar di kiri jalan. Sedangkan Hedi pun sibuk melakukan konsolidasi ke sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Masih muda, punya visi dan penuh semangat. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah mengusung satu-satunya nama yaitu Lepi Ali Firmansyah. Bung Lepi yang kerap kali menjadi langganan duduk di kursi DPRD Kabupaten Cianjur ini tak lepas diperbincangkan masyarakat. Nama dan fotonya kerap diposting di sejumlah akun media sosial (medsos) facebook. Bahkan, beberapa waktu lalu, Lepi dikabarkan sudah melakukan pergerakan bertajuk Go Green di salah satu wilayah Cianjur Selatan.

Dari birokrat, hanya ada satu nama yang paling sering diucapkan. Oting Zaenal Mutaqin lah orangnya. Namanya sering dikabarkan akan menjadi penantang Herman yang baik sekaligus dinilai mampu mengimbangi kekuatan Herman saat ini. Oting pun dianggap mumpuni mendampingi Herman sebagai F2. Perwakinan atau pertempuran kekuatan akan menjadi lebih serius apabila dua birokrat dipersatukan, maupun sebaliknya.

Selain Yeni, masih ada sosok perempuan yang patut diperhitungkan. Dia adalah seorang aktivis dengan senyuman manis namun memiliki sorotan mata yang tajam. Punggawa grup facebook Rumah Bersama Urang Cianjur dan Paguyuban Paduli Cianjur (PPC) ini didorong-dorong untuk menjadi bupati Cianjur. Lusi Laurensi memiliki gelombang kekuatan yang besar di medsos facebook.

Sudah membangun posko di Salakopi, Brigjen Pol (Purn) Anang Pratanto nampak serius membangun Cianjur. Ia pun tak malu-malu memberi nama akun instagramnya dengan ‘anang for F1’.

Selanjutnya ada nama Paeruzillah. Pria yang memiliki bisnis tour and travel ini dikenal dengan HP: H Paeruzillah. Dalam sejumlah kesempatan, Pengurus PWNU Jabar ini pun berbincang dengan masyarakat untuk maju dalam gelaran pilkada 2020.

Pengamat Politik Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Kuswandi mengatakan, ragam media menjadi bahan pertimbangan masing-masing bakal calon dalam pilkada kali ini. Menurutnya, sudah saatnya setiap bakal calon memilih dan menggunakan media sebagai sarana memperkenalkan diri. “Media yang digunakan tergantung dari tingkat efektivitas. Dan yang menilai tingkat efektivitas itu ya masing-masing bakal calon,” ujar Wakil Dekan II Fakultas Hukum Unsur Cianjur ini.

Namun, sejumlah sosok memang dinilai belum memiliki kendaraan partai politik. Ia menilai, parpol yang belum mengusung calonnya sebaiknya mulai mencari figur yang dinilai tepat. Idealnya parpol yang mendekati. Parpol yang sehat parpol akan mendekati calon-calon yang memiliki modal dikenal oleh masyarakat, modal kinerja termasuk popularitas,” tuturnya

Kuswandi memaparkan, memang sebaiknya setiap bakal calon tak perlu lagi menahan diri dan terkesan malu-malu. Pasalnya, calon yang masih ‘bersembunyi’ dinilai akan ketinggalan. “Calon yang masih malu-malu sebaiknya ayo bergerak. Akan menjadi ketinggalan nanti karena sudah banyak yang menyalakan mesin,” imbaunya.

Terkait sosok muda, ia menjelaskan, tren bahwa calon muda yang visioner kerap kali sukses menghadapi tantangan zaman sekarang di sejumlah daerah selain Cianjur. Akan tetapi, bukan berarti yang berumur pun tak memiliki visi yang baik ke depannya. “Sudah tak bisa ya yang biasa-biasa saja mengalir seperti air dan menjalankan tugas-tugas rutin. Butuh yang bisa maju dan menjawab tantangan yang diperlukan saat ini,” ungkapnya kemarin.

Kendati demikian, semua masyarakat Kabupaten Cianjur akan bersepakat ‘Siapa pun pemimpinnya, mampu membawa Kabupaten Cianjur ke arah yang lebih baik’. Gong tahapan pilkada serentak sudah digaungkan. Masih banyak kejutan tak terduga menuju waktu pencoblosan pada 23 September 2020 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here