BERBAGI

Jakarta, manggaran.com (24-09-2019) – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menetapkan Alfaro Khadafi yang menjabat sebagai Direktur Operasional PT Hutan Bumi Lestari (PT HBL), sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan (karhutla).

Alfaro adalah salah satu tersangka dari perusahaan terkait kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Sumsel dalam beberapa bulan terakhir.

Penangkapan terhadap tersangka berdasarkan laporan polisi nomor: LPB/220/VIII/2019/Sumsel/Res.Muba tanggal 17 Agustus 2019 TKP areal kemitraan PT Hutan Bumi Lestari dengan KPHP Lalan Mangsang Mendingan, Desa Muara Mendak, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Ia dianggap bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan Karhutla. Harusnya perusahaan konsesi hutan produksi tersebut menyiapkan alat memadai serta personil yang cukup untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

”Dari hasil penyelidikan, hanya ada enam orang sebagai petugas pemadaman dengan lahan seluas sekitar 2.800 hektar. Sehingga atas kelalaian tersebut ada seluas 1.475 hektar lahan konsesi yang terbakar,” kata Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, saat gelar kasus penegakan hukum terkait karhutla di Sumsel di Mapolda Sumsel, Senin (23/9/2019).

Menurutnya, harusnya perusahaan sudah menyiapkan alat memadai dan personil yang cukup, tapi hasil penyelidikan sangat kurang dan saat ini perusahaan sudah disegel untuk tidak beroperasi.

Atas perbuatannya, tersangka Alfaro dijerat Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran, Pasal 78 ayat 4 UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kelalaian menyebabkan kebakaran hutan.

“Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp3 miliar,” papar Wakapolda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here